15 May 2013

Impresi 3 Tahun menggunakan pelek CW alias Cast Wheel




Cast Wheel Yamaha Jupiter Z 2010 merah maroon
Ga nyangka masbro,ternyata telah 3 tahun ane menjalani hari-hari bersama si Jupe alias Jupiter Z merah maroon ane.Banyak kesan yang sudah ane ukir bersama dia..eseh..he he
Kali ini ane bakalan bahas tentang "Pelek CW" alias Cast Wheel".Yap orang-orang juga menyebutnya pelak racing bro,hadeh..
Ini dia menurut ane beberapa kelebihan dan kelemahan dari pelek CW alias Cast Wheel aka palang setelah 3 tahun bersama..

Kelebihan : 

1. Stabil

Cast Wheel Yamaha Jupiter Z 2010 merah maroon
Jangan heran masbro,kenapa si CW ini di sebut juga pelak Racing ya karna memang awalnya di gunakan para pembalap bro.. "kecuali motocros".Di buat dari alumunium dengan hanya beberapa pilar sebagai penyangga bro,membuat motor dengan pelak CW ini terasa begitu stabil saat di pakai..baik di tikungan maupun di jalan lurus.

2. Mudah perawatannya

    Pastinya masbro,wong cuma di sangga sama beberapa pilar kok,kalau kotor yah tinggal di lap..set set set kinclong lagi deh si CW hi hi hi..

3. Keren
Cast Wheel Yamaha Jupiter Z 2010 merah maroon
Hi hi hi,si jupe kotor amat ya bro..belum mandi seminggu ini..
He he he,ini mah udah rata-rata kali yak? CW itu memang kereen..karna simpel masbro,serasa motor balap gitu,he he.

Kelemahan :

1. Sangat - sangat tidak nyaman untuk di pakai harian (musuh utama polisi tidur)
Cast Wheel Yamaha Jupiter Z 2010 merah maroon
Wah,kalau yang ini nih bro..yang paling ane rasakan selama 3 tahun bersama si Jupe.Yah apa lagi masbro,karna menggunakan pelak CW yang terbuat dari alumunium jadi ketika ada lubang atau jalanan yang "jelek" si Pelak racing inipun tidak dapat "memuai" seperti Jari-jari masbro.Akibatnya?
Yah ampun deh badan ane yang langsing ini sakit semuaaa,suer masbro,kalau ada polisi tidur bahkan terkadang ane sering sedikit berdiri untuk menghindari fibrasi (Getaran) dari si Pelak CW ini.Kalau di Jari-jari,jari-jari masih dapat sedikit bergerak dan sedikit menyesuaikan bentuk dengan aspal atau lubang.Jadi fibrasi juga tidak terlalu terasa dan sedikit berkurang.Lha kalau CW alias casting wheel? gimana mau memuai atau sedikit bergerak? lha orang dari alumunium yang pastinya kaku..

2.Kerennya cuma bertahan sampai ban bocor dan akan cobel saat di bawa ke tukang tambal ban.

Nah ini dia nih bro,yang sedikit ga enak dimata..kalau masalah fibrasi tadi yah sudahlah masih bisa di tahan ,he he..Tapi kalau maslaah lecet atau lecet yah mana bisa di tahan masbro,hati rasanya ngenes ngeliat motor kesayangan menderita lecet meskipun hanya pinggiran pelek CWnya.Tapi tetep aja kan? merusak keindahan dan kemachian bmotor kesyanagan kita,bener gak masbro? he he..
Ini di karenakan pada saat penggantian ban,tukang tambal bannya kurang hati-hati bro,tidak melapisi bagian si pelek yang mau di congkel untuk membuka bannya.Akibatnya ya lecet bahkan bengkok dan cobel.Untuk masbro yang motornya peleknya CW ane saranin deh,bawa kain di bagasi motor,biar sebaktu-waktu kalau ban masbro bocor dan ke tukan gtambalban,kain itu bisa di pakai sebagai alas untuk melapisi bagian pelek yang akan di congkel bro..

Last,itulah masbro..beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan pelek CW alias Cast Wheel.Untuk ke depannya sih sepertinya ane berfikir mengganti si CW dengan jari-jari..abis menyiksa si bro,he he
Semoga berguna masbro!
Wassalam!



Hubungi Sobatmotor.com melalui :

  • Email : Sobatmotor.com@gmail.com
  • Faceboook : Sobatmotorblog
  • Instagram : Sobatmotorblog
  • Youtube : Sobatmotorblog
  • Twitter : Sobatmotorblog

  • Berita yang terkait

    Impresi 3 Tahun menggunakan pelek CW alias Cast Wheel
    4/ 5
    Oleh