Tak lagi bersama Dovizioso, akankah Ducati Desmosedici dapat kembali di "jinakkan" dan tampil kompetitif di Qatar ?

Tak lagi bersama Dovizioso,  akankah Ducati Desmosedici dapat kembali di "jinakkan" dan tampil kompetitif di Qatar ?
Ducati Desmosedici GP19 Dovizioso

Nah sob, hengkangnya Dovizioso dari tim pabrikan Ducati sedikit banyak membuat SM bertanya-tanya. Apakah Ducati mampu untuk tampil sekompetitif saat bersama Dovi seperti beberapa musim yang lalu ?. Well, seperti yang kita tau sob, karakter motor tim pabrikan Ducati di MotoGP gak sejinak yang kita kira.


Dibekali dengan se abrek teknologi advance Ducati, Desmosedici memang terkenal sebagai motor yang bisa dibilang cukup sulit untuk di kendalikan. Kalau masalah power, jangan di tanya, dari posting Sobatmotor.com sebelumnya yang membahas tentang 10 top speed resmi MotoGP yang dirilis Dorna (baca disini), Ducati selalu ada dan bahkan mendominasi 5 urutan teratas.

 

Tapi, ada 1 masalah klasik yang gak terpecahkan oleh Ducati selama ini, yaitu Desmosedici lebih lambat saat di tikungan sob. Gak secepat Honda dan Yamaha, Ducati yang punya tenaga ganas dan apik di trek lurus ternyata susah belok alias handlingnya ruwet bin pusing. 


Sepak Terjang keganasan Ducati Desmosedici

Bahkan keganasan Desmosedici pun gak bisa di tolerir oleh sekelas pembalap kawakan Valentino Rossi. Mbah Rossi sempat bersama tim pabrikan Ducati dari musim 2011 - 2012. Rossi gak sukses menangani karakter Desmosedici yang penuh dengan tenaga tapi lemah soal handling. Hingga akhirnya, Rossi memutuskan untuk menyudahi kebersamananya dengan tim pabrikan Ducati dan kembali lagi ke tim pabrikan Yamaha pada 2013.


Di musim 2013 seiring hengkangnya Valentino Rossi dari Ducati dan kembali ke tim pabrikan Yamaha, Dovizioso bergabung dengan Ducati. Hingga akhirnya pada musim 2017, Andrea Dovizioso menjadi kandidat kuat juara dunia bersaing dengan Marc Marquez. Tapi sangat di sayangkan sob, pada seri Valencia Andrea Dovizioso harus terjatuh dan akhirnya gagal menyandang gelar juara dunia. 

 

Akhir dari keganasan Ducati Desmosedici

Yang menarik adalah, di musim 2013 ini Dovi memang cukup jatuh bangun bersama tim pabrikan Ducati untuk mengembangkan Desmosedici yang lebih cocok dengan karakternya sob. Karna Desmosedici sejatinya memang telah dikembangkan oleh Stoner dan sedikit banyak karakternya sudah dikuasai oleh Stoner. Dan di fase inilah, Rossi gagal untuk menyatu dan mengembangkan Desmosedici versinya sendiri.

 

Tak lagi bersama Dovizioso,  akankah Ducati Desmosedici dapat kembali di jinakkan dan tampil kompetitif di Qatar
Ducati Desmosedici GP18 Dovizioso

Gigi Dall'Igna sendiri menyatakan bahwa bekerja sama dengan Dovizioso merupakan impian sejak lama, yakni saat melihat ia bertarung sengit dengan Lorenzo di GP250.  Dan akhirnya kolaborasi antara Dovizioso dan Dall'Igna sebagai rider dan insinyur utama Ducati pun mulai terlihat pada musim 2014 sob, saat Dovizioso finis ketiga di seri Austin, finis kedua di seri Belanda, dan lima kali start dari barisan terdepan, termasuk pole di Motegi, Jepang. Dovizioso pun mengakhiri musim di peringkat 4.


Disini kita bisa melihat, kalau Dovi memang sudah menyatu dengan Desmosedici nya. Kalau kita hitung dari musim awal gabung bersama tim pabrikan Ducati, Dovi butuh sekitar 7 tahun (2013 - 2020) untuk berhasil membuat atau bahkan mungkin hanya menjinakkan Desmosedici.

 

Akankah Ducati Desmosedici kembali mengganas ?

Dan di musim 2021 ini, tim pabrikan Ducati hadir dengan 2 pembalap baru yakni Jack Miller dan Francesco Bagnaia. Jack Miller sendiri sudah bersama tim satelit Ducati sejak 2018 lalu sob. Sedangkan Francesco Bagnaia juga bergabung bersama tim Satelit Ducati pada 2019 setelah menjadi juara dunia Moto2 pada 2018.


Dan di seri pembuka MotoGP 2021 ini, SM yakin banyak yang bertanya-tanya apakah tim Pabrikan Ducati bisa kembali menjuarai seri pembuka Qatar seperti pada musim 2018 dan musim 2019 yang lalu ?


Last, di seri Qatar 2021 ini kita akan melihat apakah Dovi berhasil merubah karakter Desmosdici menjadi lebih jinak dan bisa di kuasai oleh semua pembalap ? ataukah Jack Miller dan Francesco Bagnaia memang harus melakukan reset ulang (paceklik juara) bersama tim pabrikan Ducati untuk bisa menaklukkan Desmosedici ?. Kita lihat saja sob saat race Qatar nanti.. (www.sobatmotor.com)

Tak lagi bersama Dovizioso,  akankah Ducati Desmosedici dapat kembali di "jinakkan" dan tampil kompetitif di Qatar ?
Ducati Desmosedici GP 21 Jack Miller


Lebih baru Lebih lama