Tuas rem berpotensi patah, Yamaha YZF-R3 2019 di recall di Amerika

Tuas rem berpotensi patah, Yamaha YZF-R3 2019 di recall di Amerika
Nah sob, beirta hari ini datang dari Amerika yang mengeluarkan peringatan recall untuk Yamaha YZF-R3 yang dijual disana. Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Yamaha YZF-R3 harus melakukan recall untuk mengganti komponen tuas rem yang berpotensi patah kalau ditarik secara ekstrim..

NHTSA kini sudah resmi mengeluarkan perintah untuk merecall Yamaha YZF-R3 (nomor kampanye 19V341000). Hasil investigasi NHTSA menyimpulkan kalau bahan baku untuk pembuatan tuas / handle rem yang digunakan pada Yamaha YZF-R3 2019 ini ditemukan adanya gelembung udara di dalam metal tuas rem tersebut. 

Komposisi tambahan tersebut (gelembung udara) membuat susunan metal dalam tuas rem menjadi kurang solid dan berpotensi patah jika ditekan secara ekstrim sob.

Misalnya dalam melakukan rem mendadak, yang namanya panik bisa saja sob kita menekan tuas rem tersebut secara ekstrim dengan kekuatan super. Dan karna bahan baku pembuatan tuas remnya kurang sempurna (ada gelembung udara di dalam bahan baku) maka ada kemungkinan tuas rem tersebut patah saat kita tekan secara ektrim dengan kekuatan super..

Sampai berita ini diturunkan, setidaknya ada sebanyak 198 unit Yamaha YZF-R3 2019 yang berseliweran di jalanan Amerika sob.

Dan seperti biasa sob kalau ada recall, komponen yang di recall akan diganti dengan komponen baru gratis alias gak usah bayar, lha kan memang tanggung jawab pabrikan hehe. Penggantian komponen (tuas rem) akan dimulai pada 16 mei 2019. Tuas rem Yamaha YZF R3 yang kena recall menggunakan kode komponen K3 9A 16 serta K4 9A 16.

Last, yang jadi pertanyaannya sekarang adalah, apakah Yamaha YZF-R25 yang ada di Indonesia juga terkena dampaknya ? mengingat Yamaha YZF-R3 yang di recall di Amerika adalah buatan Yamaha Indonesia. Kita nantikan saja bagaimana kelanjutan dari berita recall tuas rem Yamaha YZF-R3 ini sob. (www.sobatmotor.com)
Tuas rem berpotensi patah, Yamaha YZF-R3 2019 di recall di Amerika

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama